02 September 2015

Yoichiro Nambu, Penerima Nobel Fisika 2008

Ads by Google

Yoichiro Nambu, penerima nobel fisika 2008
Yoichiro Nambu dilahirkan di Tokyo dan besar di kota provinsi Fukui. Belajar Fisika di Imperial University of Tokyo dari tahun 1940 sampai 1942, dan tamat pada jenjang M.S. (Master of Science). Yoichiro kemudian bekerja di laboratorium radar tentara. Di akhir masa perang, pada tahun 1946, Yoichiro kembali ke University of Tokyo sebagai seorang peneliti. Gelar doktoral diraihnya pada tahun 1952.

Pada tahun 1950, Yoichiro meraih gelar profesor di Universitas kota Osaka, universitas yang baru saja didirikan. Gelar sebagai profesor di Universitas ini dijabat oleh Yoichiro hingga tahun 1956. Namun demikian, antara tahun 1952 – 1954, Yoichiro tinggal di Institute of Advanced Study di Priceton USA, sebagai seorang pengajar di perguruan tinggi tersebut, dan pada tahun 1954 sampai dengan 1956 bekerja di University of Chicago sebagai seorang peneliti. Yoichiro diangkat menjadi lektor kepala di Chicago pada tahun 1956, menjadi profesor penuh pada tahun 1958 dan profesor kehormatan pada tahun 1971. Pada tahun 1973 – 1976 beliau menjabat sebagai ketua departemen fisika di universitas tersebut.

Yoichiro Nambu menikah dengan Chieko Hida pada tahun 1945 dan memiliki seorang putra, Jun-ichi. Yoichiro menjadi warga negara Amerika sejak tahun 1970. Yoichiro adalah pemegang honorary degree dari Osaka City University (1980).

Selama karirnya, Yoichiro menerima sejumlah penghargaan dari berbagai organisasi dan negara antara lain:

  • Medali Dannie Heineman, dari American Physical Society (1970)
  • Order of Culture, dari Pemerintahan Jepang (1978)
  • Medali sains nasional Amerika Serikat (1982)
  • Medali Max Planck, dari German Physical Society (1985)
  • Medali Dirac, dari International Center for Theoretical Physics, Trieste (1986)
  • Penghargaan Sakurai, dari American Physical Society (1994)
  • Medali Gian Carlo Wick, dari World Federation of Scientists, Lausanne (1996)
  • Penghargaan Bogoliubov, dari Joint Institute for Nuclear Research, Dubna (2003)
  • Medali Benjamin Franklin, dari Franklin Institution, Philadelphia (2005)
  • Penghargaan Pomeranchuk, dari Institute Theoretical and Experiment Physics, Moscow (2007)
Ads by Google

Minat Yoichiro dalam fisika sebenarnya adalah fisika teoritis. Meskipun University of Tokyo, universitas dimana Yoichiro menimba ilmu fisika, sangat terkenal dalam bidang fisika zat padat, tetapi Yoichiro masih lebih tertarik pada fisika inti dan fisika partikel. Dalam bidang ini, nama-nama seperti Nishina, Tomonaga, dan Yukawa yang berada di institusi lain, adalah beberapa nama yang telah tersohor atas kontribusinya dalam bidang tersebut.

Pada saat masih mahasiswa Yoichiro pernah mengikuti seminar dengan materi tentang fisika sinar kosmik dan fisika partikel yang dilaksanakan oleh Nishina dan Tomonaga di laboratoriumnya. Yoichiro pun memulai karir penelitiannya tatkala Tomonaga sedang mengembangkan teori tentang renormalisasi, sebuah teori yang akhirnya mengantarkannya menjadi salah seorang penerima hadiah nobel fisika.

Yoichiro lalu bergabung dengan grup penelitian Tomonaga dan mulai turut serta mengembangkan teori renormalisasi Tomonaga di samping mengerjakan topik-topik penelitian lainnya dalam bidang fisika partikel. Berkat rekomendasi Tomonaga, Yoichiro akhirnya mendapatkan tempat di Osaka City University yang selanjutnya di undang untuk belajar lebih lanjut di universitas tersebut.

Dari Jepang, Yoichiro kemudian pindah ke Chicago atas bantuan M. L. Goldberger.

Penelitian Yoichiro tentang kerusakan simetri spontan (spontaneus symmetry breaking, SSB), yang mengantarkan dan mencatatkan namanya sebagai salah seorang fisikawan penerima nobel fisika, dimulainya pada sekitar tahun 1959. Kajian SSB ini merupakan hasil dari pengalamannya selama bertahun-tahun bergelut dalam berbagai penelitian fisika baik dalam bidang fisika zat padat maupun dalam bidang fisika partikel. Ide tentang kerusakan simetri spontan sebagai sebuah fenomena yang umum dalam fisika terinspirasi dari teori BCS tentang superkonduktivitas yang berkembang pada tahun 1957. Teori SSB yang dikembangkan Yoichiro secara khusus kemudian diaplikasikan dalam bidang fisika partikel yakni dalam menjelaskan mekanisme pembentukan massa nukleon dan partikel pion. Artikel tentang hal tersebut pertama kali diterbitkannya pada tahun 1960 dan sejak saat itu Yoishiro semakin gencar melakukan pengkajian tentang topik tersebut.


Disadur dari: Les Prix Nobel. The Nobel Prizes 2008, Editor Karl Grandin, [Nobel Foundation], Stockholm, 2009

0 komentar :

Posting Komentar