Antoine Henri Becquerel, Penerima Nobel Fisika 1903 tentang Radioaktivitas



Antoine Henri Becquerel penerima nobel fisika 1903
Ada banyak kisah penemuan penting dalam fisika yang awalnya adalah sebuah ketaksengajaan. Penemuan sinar-X oleh Wilhelm C. Rontgen saat sedang melakukan eksperimen sinar katode adalah salah satu contohnya. Uniknya, penemuan sinar-X ini pada gilirannya menjadi pemicu ditemukannya peristiwa radioaktivitas, padahal kedua gejala ini, sinar-X dan radioaktivitas, adalah gejala yang tidak saling berhubungan satu sama lain. Uniknya lagi, penemuan radioaktivitas tersebut juga tanpa disengaja!

Bahwa gejala radioaktivitas ini dipicu oleh penemuan sinar-X Rontgen, diceritakan oleh Marie Curie pada bagian pengantar tesisnya. Curie menuliskannya seperti ini,

“Tabung pemancar sinar Rontgen pertama yang dibuat adalah sebuah jenis tabung yang tidak menggunakan antikatoda logam. Sumber sinar Rontgen pada tabung jenis ini adalah titik spot pada dinding kaca yang disinari dengan sinar katode. Ternyata, pada titik sport ini selain menjadi sumber sinar Rontgen, juga menampakkan adanya gejala fluoresens. Pertanyaannya adalah apakah pemancaran sinar-X harus selalu menyertai terjadinya peristiwa fluoresens?”

Atas pertanyaan ini, M. Henri Poincaré mengusulkan bahwa peristiwa fluoresens bukanlah bagian dari peristiwa pemancaran sinar Rontgen itu sendiri. Segera setelah gagasan Poincaré tersebut, M. Henry mengumumkan bahwa dia telah menghasilkan hasil cetakan fotografi pada sebuah kertas hitam dengan bantuan seng sulfida.

Marie Curie selanjutnya menceritakan bahwa dua orang lainnya, yakni M. Niewenglowski dan M. Troost, menemukan peristiwa menghitamnya pelat fotografi yang ditempelkan pada kertas hitam ketika mereka mencoba menghasilkan gejala fluoresens pada bermacam-macam material dengan cara menyinarinya dengan cahaya. Namun demikian, dalam cerita pada tesisnya itu, Marie Curie juga menegaskan bahwa tak satu pun dari hasil-hasil tersebut yang dapat diulangi lagi. Tetapi ada seorang fisikawan pada saat itu yang berhasil mempelajari dan menyimpan catatan yang lengkap untuk merunut terjadinya peristiwa radioaktivitas tersebut.

Namanya Antoine Henri Becquerel.
Ads by Google



Siapakah Becquerel?


Antoine Henri Becquerel dilahirkan di Paris pada tanggal 15 Desember 1852, seorang anggota keluarga yang terpandang dalam bidang pendidikan dan sains. Ayahnya, Alexander Edmond Becquerel adalah seorang profesor fisika terapan dan telah menyelesaikan penelitian tentang radiasi matahari serta penelitian tentang fosforesens, sementara kakeknya, Antoine Cesar, adalah seorang anggota Royal Society dan penemu sebuah metode elektrolitik untuk mengekstraksi logam dari bijihnya.

Becquerel belajar di École Polytechnique pada tahun 1872, kemudian pada jurusan pemerintahan Ponts-et-Chaussees pada tahun 1874, menjadi seorang ahli mesin (insinyur) pada tahun 1877, dan dipromosikan menjadi kepala insinyur pada tahun 1894. Pada tahun 1888 dia menerima gelar doktor sains. Sejak tahun 1878, Becquerel telah diangkat menjadi seorang asisten di Museum of Natural History, dan menggantikan ayahnya sebagai ketua fisika terapan di Conservatoire des Arts et Metiers. Pada tahun 1892, Becquerel diminta menjadi profesor fisika terapan di Departemen Sejarah Nasional di Museum Paris. Ia menjadi profesor di École Polytechnique pada tahun 1895.

Karya Ilmiah Becquerel dan Penghargaan Nobel


Karya awal Becquerel dalam sains adalah tentang polarisasi bidang cahaya, dengan fenomena fosforesens serta absorpsi cahaya oleh kristal. Bidang tersebut menjadi kajian dalam tesis doktoralnya (disertasi). Becquerel juga bekerja pada topik tentang magnetisme terestrial. Pada tahun 1896, semua karya-karya Becquerel tersebut akhirnya berada di bawah bayang-bayang penemuan fenomenalnya tentang radioaktivitas alamiah. Setelah melakukan diskusi dengan Henri Poncaire tentang radiasi yang baru saja ditemukan oleh Rontgen, yaitu sinar-X, yang diikuti dengan peristiwa fosforesens dalam tabung vakum, Becquerel lalu memutuskan untuk mengkaji lebih jauh apakah terdapat hubungan antara sinar-X dengan terjadinya fosforesens secara alami. Untuk pengkajian ini, Becquerel memiliki banyak garam uranium yang bersifat fosforesens jika disinari cahaya, hasil peninggalan ayahnya. Apabila garam uranium tersebut ditempatkan di dekat sebuah pelat fotografi yang ditutupi dengan kertas yang kedap cahaya (tidak tembus oleh cahaya), pelat fotografi tersebut ternyata akan mengalami pengaburan. Gejala ini bersifat umum pada semua garam uranium yang dipelajarinya dan Becqurel menyimpulkannya sebagai sebuah sifat atom-atom uranium.

Selanjutnya, Becquerel menunjukkan bahwa sinar yang dipancarkan oleh uranium, yang baru diberi nama khusus setelah jangka waktu yang cukup lama sejak ditemukannya, dapat menyebabkan gas-gas terionisasi. Sinar tersebut juga berbeda dengan sinar-X karena sinar baru tersebut dapat dibelokkan oleh medan magnet dan medan listrik sedangkan sinar-X tidak bisa.

Atas penemuan radioaktivitas spontan inilah, Becquerel kemudian dianugerahi Nobel Fisika tahun 1903, bersama-sama dengan pasangan suami istri Pierre Curie dan Marie Curie yang mempelajari lebih jauh tentang sinar yang akhirnya diberi nama sinar radiasi Becquerel ini.

Becquerel memublikasikan temuannya itu dalam banyak makalah yang antara lain dimuat dalam Annales de Physique et de Chimie dan Comptes Rendus de l’Academie des Sciences.

Becquerel diangkat menjadi anggota Academie des Sciences de France pada tahun 1889 dan menggantikan Barthelot sebagai sektretaris pada badan tersebut. Becquerel juga adalah anggota dari beberapa perkumpulan ilmiah, diantaranya Accademia dei Lincei dan Royal Academy of Berlin.

Becquerel menikah dengan Mlle. Janin, putri seorang insinyur sipil. Memiliki seorang putra bernama John yang lahir pada tahun 1878, yang juga merupakan seorang fisikawan dan merupakan generasi ilmuwan keempat dalam keluarga Becquerel.

Akhirnya, pada tanggal 25 Agustus 1908, Antoine Henri Becquerel tutup usia.


Sumber: Nobel Lectures, Physics 1901-1921, Elsevier Publishing Company, Amsterdam, 1967
Antoine Henri Becquerel, Penerima Nobel Fisika 1903 tentang Radioaktivitas Antoine Henri Becquerel, Penerima Nobel Fisika 1903 tentang Radioaktivitas Reviewed by Momang Yusuf on 3/26/2015 07:20:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.